Fanfiction-Meer Campbell's Arival and Lacus's Secret
Gundam SEED Destiny’s Fan fiction
Genre: Drama/Humour
Fan Fiction’s Story by: Kagura Fuuko (Paula Amelia)
Disclamer:
Warning: Fanfic ini mengandung bahasa kasar yang udah
“disensor” J
Satu lagi, karena sang pengarang lahir dan tinggal di
Cirebon
…jadi jangan heran kalo ada kata2 sopan nan kasarnya wakakakakakakak
Ratting: T (teenager) atou bisa juga K+
A/N: Fanfiction ini dibuat berdasarkan hobi sang pengarang yang doyan Yaoi. Tapi fanfic gue yang pertama ini “aman” kok dan tanpa “hints”…tapi ada aja fanservice buat cewek biarpun ngak terlalu banyak.
Ni fanfic diberikan untuk porsi utama Meer Campbell dan
Lacus Clyne…yang ngak suka ma Meer? Ya udah
Special thanks buat Tasya my best pren atas beberapa ide bagusnya yang membuat fanfic ini semakin “gila” dan “geblek”
>satu lagi...ni fanfic harusnya ONE SHOT...tapi ngebet nih...jadi g pasang aja sekarang....cuma belon kelar...baru 3/4 nya<
Suatu siang di ORB, seorang gadis berambut panjang berwarna pink yang mirip (atau sama muka) dengan Lacus Clyne sang Utahime dari PLANT yang bernama Meer Campbell berjalan menuju rumah peristirahatan Attha…tempat Kira, Lacus, Murrue, Andy, Malkio dan anak2 yatim piatu tinggal. Meer yang bekerja sebagai “pengganti” Lacus yang sedang tidak ada di PLANT bermaksud untuk mengunjungi mereka sekalian wawancara. Tujuan utamanya sudah pasti minta tanda tangan sang Utahime yang dikaguminya, tetapi dia juga harus mewawancarai seperti apakah Lacus Clyne itu. Buat apa? Ya sudah pasti lah biar si Meer ngak salah “peran”. Patut diwajari bahwa Meer tidak pernah ketemu dengan Lacus, jadi nda tau bagaimana sifat-sifatnya. Dari luar, warga-warga PLANT tahu bahwa Lacus Clyne punya sifat kalem, tenang, dan bijak juga baik hati. Tetapi sang pemimin PLANT, Gilbert Dullindal menyuruh Meer wawancara aja sekalian biar tambah kenal. Gil juga ada maksud laen sih. Dia nitip tanda tangan dan biodata Lacus juga =), sudah pasti diam-diam biar ngak ketahuan ma Talia.
Sudah 3 jam Meer berputar-puter ke tempat yang sama. Dia ngak nemu-nemu juga tuh rumah sang Utahime. Masa sih rumahnya ngak kelihatan alias di tempat tersembunyi. Ya iyalah ngak mungkin, dah abad Cosmic Era masih aja ada shinobi-shinobi-an. Tapi keren juga sih kalo ada.
‘e….tooo…Harusnya rumahnya di sini yah?’pikir Meer setengah mati nyari-nyari tuh rumah. Kayaknya dia tuh buta arah yah. Nguber-nguber ke segala tempat, ngak ketemu juga tuh rumah.
‘Nih peta bener tah?’kata Meer dalam hati ‘Dullandal-gichou tulisannya burak amat’(maaf untuk fans dullindal).
Meer kebingungan setengah mati, sampai akhirnya dia melihat seorang pria imut-imut berkulit rada gelap, berambut coklat lembut, dan bermata amethyst. Langsung saja Meer menyambar pria imut nan cantik itu.
“Mas..eh mas…mau nanya, rumah peristirahatan Attha tuh di mana yah?”tanya Meer langsung sementara tuh cowok kaget setengah mati setelah melihat wajah Meer dan mendengar suaranya.
“Lho…Lacus! Kok kamu ada di sini? Bukannya kamu lagi maen ma anak-anak di rumah…” katanya kaget.
Meer ikutan kaget. ‘Mungkin dia kira aku Lacus-sama kali yah, eh, mungkin dia tau rumahnya Lacus-sama’pikirnya.
“Maaf, saya bukan Lacus-sama, duh gimana yah ceritanya….nama saya adalah Meer Campbell. Saya diminta oleh Dullindal-gichou untuk mewawancarai Lacus-sama” kata Meer sopan.
“oouuww…gitu toh”kata cowok itu ‘gile…gue pikir tadi Lacus keluar pake baju
seksi kayak gitu…kaget deh….ngak
mungkin
“Terus, saya tersesat karena peta yang diberikan gichou. Saya ngak ngerti banget ma nih peta” sambung Meer sambil menunjukan peta tersebut kepada cowok itu.
‘Busyeeeet….apaan nih! Tulisan amburadul setengah mati kayak cakar Godzilla!!’kata cowok itu sambil melihat tulisan yang sangat sangat amburadul dan berantakan seperti habis kena musibah banjir (hiperbola).
“Anoooo…?” tanya Meer keheranan melihat reaksi cowok itu.
“Ng, gimana yah…saya rasa ni peta tuh ngaco abis deh” kata cowok itu dengan senyum dipaksakan.
“Eh? Kok bisa?” “Rumah peristirahatan Attha tuh mesti lewat pantai dan lewat jalan *** dan ke *** terus ke gang *** dan ke RW 05 dan RT 10, sedangkan di peta ini malah menuju ke Onsen terkenal di ORB.”
“Wah duh…kok ngaconya gede banget yah” kata Meer panic. ‘A*****T….KI**K…WTF….apaan sih tuh gichou….belum kakek kakek dah pikun, ngasih peta aja ngak becus!!!!’ marahnya dalam hati.
‘Yah mana gue tau, siapa sih yang bikin peta? Bisa-bisanya bikin kesasar sampe 10 arah, mana tulisannya ancur ngak kira-kira’ pikir cowok itu.
“Bagaimana kalo saya antar mbak
aja, sekalian saya mau pulang. Saya juga tinggal di
“Wah…ngak apa-apa nih? Maaf saya merepotkan. Terima kasih yah…eeehhh….”
“Kira….nama saya Kira Yamato, hajimemashite Meer-san” kata cowok bernama Kira itu dengan lembut.
“Hai, hajimemashite Kira-san…yoroshiku onegaishimasu” balasnya sambil berjalan bersama-sama menuju rumah peristirahatan Attha.
::di depan rumah peristirahatan Attha::
“Meer-san, ini nih rumahnya”
“Oooh yang ini yah…besar sekali,
saya nyasar jauh sekali yah” kata Meer ramah sambil berpikir ‘sialan kau Dullandal-gichou,
berani-beraninya bikin gue nyasar sampe sejauh ini. Kalo aja lo bukan
pemimpinnya PLANT pas gue pulang lo ngak bakal selamet.’
TING TONG
“Lacus, Okaa-san, Tadaima!!!” teriak Kira dengan suara pelan dari luar pintu.
“Ara…Okaeri Kira” sambut seorang ibu berambut ungu yang tidak lain adalah ibunya Kira (baca: ibu angkat). “Lho…Lacus? Perasaan kamu ada di dalem lagi masak…” tanyanya bingung ketika melihat Meer mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ooohh…ini ada tamu buat Lacus, dia ada kepentingan sama Lacus” kata Kira menerangkan.
“Konnichiwa, saya adalah Meer Campbell, saya ada kepentingan dengan Lacus-sama, maaf saya mengganggu sebentar dan saya juga sudah merepotkan Kira-san.” katanya dengan senyum manis nan sopan.
“Oh…selamat siang Meer-san, saya adalah ibunya Kira, ayo silahkan masuk di luar juga mendung.” ajaknya.
“Iya, terima kasih banyak Yamato-san”
“Ngak usah formal-formal gitu, panggil tante saja” kata Yamato-san ramah.
“Iya, panggil nenek juga ngak apa-apa” sambung Kira sambil senyum iseng dan siap-siap kabur.
“Tunggu Kira!!!! Ngomong apa kamu barusan!!!!” teriak Yamato-san sementara Kira sudah kabur menuju tempat anak-anak berada. “Aahh maaf…ngak usah dipikirkan…tuh anak mang diam-diam menghanyutkan” kata Yamato-san dengan muka memerah.
“Ah ngak apa-apa” kata Meer yang keheranan melihat sifat Kira yang mang rada aneh.
“Nah, Meer-san, silahkan duduk, tante buatkan minum dulu”
“ Terima kasih, jangan repot-repot”
::di suatu tempat di mana ada Lacus dan anak2 sedang main::
“Lacus…Lacus…ah itu dia” kata Kira yang sedang nyari Lacus.
“Ara, Kira, Okaerinasai, udah pulang yah…ada apa? tanyanya dengan suara kalem nan manis sambil berjalan menuju tempat pacarnya (kalo ngak salah sih dah tunangan) itu.
“Oh ngak, tadi waktu aku ke sini, ada cewek yang nyariin kamu. Dia sekarang ada di ruang tamu, yuk ke sana.” ajaknya ramah.
“Ya iyalah aku bakal ke
Kira tersenyum biarpun mukanya merah. Mereka berjalan bersama-sama menuju ruang tamu. Anak-anak pun mengikuti mereka karena penasaran siapakah gerangan tamu untuk sang Utahime PLANT itu.
::ruang tamu, tempat Meer nunggu::
Meer sedang duduk sopan di sebuah sofa sambil meminum teh Camommile nya. Meer tampak menikmati sekali teh itu karena dia sendiri sudah dibuat muter-muter lebih dari 3 jam oleh peta buatan Dullindal yang amat ngak karuan. Mana jalan kaki pula, ngirit ongkos kali yah. Yah ngak heran kalo dia capek.
‘Ng, tanya apa aja yah tentang Lacus-sama? BWH? Haduh!!! Kok gue kayak
om om hentai sih!!! Yah..paling-paling
nanya bagaimana hobbynya, kesukaan, dan sifat-sifatnya. Perlu tanya ke Kira-san
juga ngak yah? Kayaknya dia deket deh sama Lacus-sama, ng atau mungkin
pacarnya. Eeehh tunggu dulu!! Lacus-sama kan
dah tunangan ma Athrun Zala yang cool abis itu!!! Duh kok jadi musingin hali
ini sih!!! BJBK!!!’ pikir Meer dengan riber selagi Lacus dan Kira muncul di
ruang tamu.
“Lacus, nih tamu kamu, namanya Meer” kata Kira kepada Lacus. “Meer-san, nih Lacusnya, jangan diapa-apain yah.” kata Kira kepada Meer dengan senyum iseng lagi.
“Araa…apanya yang ‘jangan diapa-apain’ Kira-chan….iseng deh?” tanya Lacus sambil mencubit pipi Kira, sementara di belakang sang Utahime itu muncul aura hitam mendung. “Konnichiwa Meer-san, Hajimemashite, Watakushi wa Lacus Clyne desu.” kata Lacus kepada Meer dengan bahasa sopan yang biasa dia gunakan.
“Ha…hajime..mashite
…La…Lacus-sama….atashi wa Meer…
‘KYAAAAAA!!!! Lacus-sama!!! Lacus-sama di depan gue dan manggil nama
gue!!!! Ureshi desu wa!!! Syukurlah aku hidup!!! Duh thanks bangettttt!!! Eh!!
Tapi tunggu dulu…..’
Jerit hati Meer terhenti ketika
dia menyadari suatu hal. Kira pun menyadari hal yang sama. Kenapa Lacus ngak
kaget sedikitpun pas ngeliat Meer. Meer
“Double Gangers!!!” teriak
seorang anak
“
“Lacus-nee didatangi
bayangannya!!!!”
“Lacus-nee mau matiiii!!!!!
Huaaaaaaa” teriak yang lain lagi sementara ketiga orang dewasa kaget mendengarnya.
“Lacus-nee….hik…hikk…jangan
matiiiii…whuaaaaa!!!! Hueeee!!!” seorang anak berteriak dan menarik2 rok Lacus.
“Iyaaaaa….jangan matiiii!!!! Huaaaa”
“Ara? Saya mau mati?” tanya Lacus keheranan sambil memeluk anak-anak yang menarik roknya.
“Haah?” Meer dan Kira hanya bisa menganga yang bikin illfeel saat mendengarkan apa yang dihebohkan anak-anak itu. ‘What the hell did you say?’ pikir dua orang yang dah ancur Image-nya.
“Minna-chan…kok saya dibilang mau mati sih?” tanya Lacus lembut.
“Habis…hik…hik…di sebelah
Kira-nii ada Lacus-nee lagi sih…itu
“Ara?”
“Lacus…double gangers itu
maksudnya bila kita melihat bayangan diri kita sendiri katanya kita bakal
mati…” terang Kira yang memelas banget pas dengerin anak2 ngomong. ‘ABCD deh alias Aduh Boo Cape Deh’
“Bayangan aku?” tanya Lacus heran sambil clingak-clinguk.
“Ngak ada kok…tapi masa kamu ngak
nyadar…muka Meer-san
“Oh Ya ampun. Kok aku baru nyadar yah?? Meer-san muka kita kok mirip yah??? Apa kita saudara kembar yang terpisah sejak kecil?? Wah senangnya!!!” ucap Lacus riang gembira sementara Meer dan Kira ternganga lagi. Kira sih mang dah biasa, apalagi Athrun. Tapi Meer benar-benar ngak nyangka.
“Nah minna-chan, kalian main2 sendiri dulu yah.” Anak2 pun kembali ke tempatnya dan bermain lagi.
“Jadi Meer-san, ada perlu apa dengan saya? Aah sebelumnya kok muka kita bisa sama sih?” tanya Lacus sambil duduk di samping Kira.
“Ah..iya…ng…duh…ehh…eeetooo.” Meer gugup banget nih.
“Meer-san, tidak usah gugup gitu, langsung to the point saja” Kira menghibur.
“Ah Hai!!!! SEBENARNYA SAYA DIPANGGIL OLEH DULLINDAL-GICHOU!!! PIMPINAN PLANT YANG SEKARANG. KARENA LACUS-SAMA TIDAK ADA DI ORB, DIA MEMINTA SAYA UNTUK MENGGANTIKAN LACUS-SAMA DAN AKFHAGAFYAROUIRGAJFIDFKJAFJAFJAUGSAUAK UAGIARFAIGAHAKLHFIAHAN IAFOIAHFIEKFAKFYVIKFNAKHFYIGF FYIAHFIAYAJFKDUJFOFAPRIPAUAIAHFHAFKHDJKGHAH IAFAIUIAFHI RFIAFYA0RAYIGAHWN FAIUFOIAGIOAOFYSA AIFAOFAOIYROAUYR8AYHAYIYU AFYAAYFUIHUGSO GSIYAUY0URAY89RAYAHFB A ATYAYFYGAYHORYAAHOIAWOA AUFAURPA AUOTAUTETAUI!!!!!” ucap Meer ngak keruan dengan terburu-buru saking gugupnya.
‘Mbak mbak…kalo ngomong pake bahasa manusia dong. Ni yang ngetik fanfic ini aja ngak ngerti kamu ngomong pake bahasa apa.’ pikir Kira dalam hati yang sama sekali ngak nangkep apa yang Meer katakan. “ Aaahhh…Meer-san, ngomongnya pel….” belum selesai ngomong sudah dipotong oleh Lacus.
“Oooohhh…gitu yah? Saya mengerti.” jawab Lacus penuh senyum.
‘KAMU NGERTI!!!! SUMPE LOE’ pikir Kira dalam hati lagi, dia heran banget.
“Jadi kamu pengen wawancara saya
“Ah…hahahaha….” Meer tersenyum heran membayangkan Lacus yang dia lihat di TV dan yang sekarang ini di hadapannya.
Poin 1: Lacus-sama ternyata punya sifat Easy-Going.
“Jadi…apa yang mau ditanyakan Meer-san?” tanya Lacus dengan ramah.
“Ah…hai!!! Apa hobby Lacus-sama?” tanyanya dengan muka merah.
“Hobby? Ng…gimana yah? Saya suka menyanyi, bikin teh, masak, bikin kue, baca, sama maen ma anak-anak.”
‘Aaaahhhh….so sweet…Lacus-sama mang murni luar dalam yah’ pikir
Meer yang terhanyut dalam dunianya sambil menulis dalam bukunya.
‘Nyani, bikin teh, masak, bikin kue, baca, ma maen ma anak-anak….bentar!!! Kayaknya ada yang kurang deh’ pikir Kira sambil menghitung di jarinya.
“Eeetooo….lalu, apa kesukaan atau yang disukai Lacus-sama?”
“Yang disukai…ehe…sudah pasti Kira..yang disebelahku ini…”katanya sambil tersipu malu.
‘Aaaahhh…..so sweet…makasih Lacus sudah milih gue…duh…untung gue hidup…’ sekarang gantian Kira yang hanyut dalam dunianaya, seneng banget deh.
‘Duh…so sweet banget pasangan satu ini…tapi Athrun-san nya gimana yah? Ah, apa jare lah!’ pikirnya sambil menulis.
“Lalu saya suka Haro-haro ini, saya juga suka anak-anak. Anime ma manga juga suka.”
‘Perasaan ada yang belum disebutin lagi deh’ pikir Kira yang kembali khawatir.
“Waiii Lacus-sama!!!! Saya juga suka baca manga dan nonton anime!!! kata Meer gembira.
“Wah…kita sama dong Meer-san!!! Suka Anime apa?”
“Saya suka DN Angel!!..kalau Lacus-sama?”
“Saya suka Gundam SEED Destiny Kagura….eeehh salah… saya suka XXX Holic!”
“Wah…saya juga suka XXX Holic! Kalo manganya saya suka Ouran Koukou Host Club” Meer semakin antusias.
“Wahhh…saya juga!!! Kita sama yah, saya juga suka DN Angel”
“Benar…Hiwatari Satoshi itu bikin ngak tahan!!”
“Benar Meer-san, sikapnya cool dan imut dan suranya itu loh!!!”
“Dalam Ouran juga, saya suka karakteristik Tamaki.”
“Benar sekali, baik tapi konyol sekali.”
“Benar sekali Lacus-sama”
‘Kok jadi ngomongin anime ma manga sih, ngak wawancara nih?...eh…perasaan anime yang paling disuka Lacus itu bukan XXX Holic deh… ’ Kira keheranan banget dalam hati semakin khawatir apa yang dilupakannya tentang Lacus.
Selama 1 jam, kedua gadis itu membicarakan tentang anime, manga sampai seiyuunya. Akhirnya pembicaraan tentang hal itu selesai juga dan Meer berpindah ke pertanyaan-pertanyaan yang lain.
Poin 2: Lacus-sama ternyata otaku anime dan manga (ini
“Lacus-sama!!! Terima kasih karena sudah membantu saya dalam wawancara ini…Hountouni Arigatou Goshaimashita!!!!” kata Meer kesenangan.
“Sama-sama Meer-san, saya senang bisa ngobrol Anime sama Meer-san…soalnya si Kira ini nontonnya yang “anime hentai” doang (Fansnya Kira, ini Cuma Fanfic loh) J” jawabnya blak-blakan sambil ketawa.
“ Oi Lacus!!! Athrun juga loh!!!! Bartfeld-san juga!!!” kata Kira refleks dengan muka merah dan kaget. ‘Duh, jangan buka aib orang dong mbak…’ pikirnya…padahal dia sendiri membuka aib kedua temannya =)
“ Ngak apa-apa
“ Iya!!! Itu benar sekali Kira-san! Jarang sekali cowok nonton shoujo Anime!!! Apalagi yang Yaoi!!!” sambung Meer.
‘YAOI!!! Duh gue bener-bener ngelupain suatu hal deh….’ pikir Kira dengan keras sambil menggaruk-garuk kepalanya.
‘Apakah yang dilupakan sama gue tentang Lacus?’
“LACUS-SAMA!!!!” kata Meer tiba-tiba sampai membuat 2 orang manis kaget setengah mati. Lacus sih cuma seperempat kaget…tapi Kira 3 perempat boooo…. Yah siapa yang ngak kaget sih kalo denger Meer tiba-tiba teriak gitu.
“
‘Aku heran, kok kamu bisa tenang-tenang gitu aja’ pikir Kira.
“ Duh…gimana yah….eeerrrr…..duuuuuhhhh…..saya….saya….” kata Meer terbata-bata.
“ Saya….?”
‘ Duh, ada apaan lagi nih…?’ pikir Kira sambil bersiap-siap barangkali ada kejutan laen.
“ saya…saya…SAYA INGIN MINTA TANDA TANGAN LACUS-SAMA!!!!!” jeritnya sambil malu malu dan gugup.
‘BJBK!!!! Duh penting ya mbak, Cuma minta tanda tangan pake teriak segala’ pikir Kira sambil menggunakan majas sindiran level sinisme.
“Ooouwww…saya kira apa…tunggu sebentar yah…saya ambil Copic dulu…”
“Terima kasih…santai saja Lacus-sama!!!” jawabnya walaupun tidak bisa menahan kegembiraan.
Lalu Lacus pun lenyap dari ruang tamu (baca: meninggalkan ruang tamu) bagai ditelan angina (hiperbola deh). Meer benar-benar kesenangan dapat bercakap-cakap dengan Lacus. Tanpa sadar dia bicara sendiri.
“Aaaahhh….Lacus-sama sampai terakhir pun dikelilingi aura bersih nan suci…” Meer bicara sendiri.
“ Kira-san pasti bahagia punya pacar kayak Lacus-sama yah?” tanyanya.
“Ah ehe…yahh…ya gitu deh” jawab Kira dengan muka merah.
‘Ya iyalah…gue gitu loh…Lacus gitu loh…ada yang mau ngalahin?’ pikirnya Kira dengan narsis abis mengingat karena mereka selalu langgeng.
“Lacus-sama itu benar-benar tanpa cela yah?”
‘Tanpa cela…kayaknya ngak deh’ pikir Kira yang kembali khwatir.
Tiba-tiba atmosfir di ruang tamu jadi ngak enak. Kira kembali memikirkan apa yang dia lupakan. Meer jadi heran banget ada apa dengan Kira.
‘Duh…perasaan ini kok muncul terus sih dari Lacus ngomongin hobby, kesukaan ma anime….’ Kira berpikir keras.
“OOOHH IYAAAA!!!!!” jeritnya.
Sekarang Meer yang kaget setengah ma Kira yang tiba-tiba teriak. ‘An***t!!! Ira kalo ngomong aja jerit-jerit coba, mau bunuhi isun kah!!!! (translate: kamu kalo ngomong jangan keras keras dong, mau membunuh saya yah!!!!) A*u!!!!’ kali ini Meer yang protes dengan jeritan Kira biarpun dalam hati.
“Kira-san?” Meer bertanya dengan nada sabar.
“Aaanooo….Meer-san…sebenarnya Lacus ngak segitu-gitunya lohh. Dia ada juga sisi parahnya…”
“Sisi parahnya?”
“Iya…kamu masih inget ngak waktu tanyain hobbynya? Sebenarnya ada 1 hal yang belum dia sebutin…gini nih…”
FLASH BACK
Kira Yamato seorang cowok imut
nan cantik dan kalem sedang duduk dengan di teras sambil liat pemandangan
bersama robot burung pemberian sahabatnya Athrun, Torii. Jika ada anak cewek
lewat mata mereka pun akan tertuju pada si imut ini alias naksir. Bahkan sang
pengarang pun jatuh cinta pandangan pertama pada sang Ultimate Coordinator ini.
Ketenangan auranya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dia tidak
memperdulikan ada berapa cewek yang ngejar-ngejar dia, bahkan sampai
nge-stalker dia. Tidak peduli juga sudah berapa kali dia menjadi musuh dari
cowok-cowok lantaran cewek-cewek dah pada ngejar-ngejar si imut satu ini.
Singkat kata Cuek Aja!!! Baginya hanya 2 orang di hatinya. Lacus Clyne pacarnya
dan almarhum Fllay Alster yang tak lain adalah mantan pacarnya yang sudah
meninggal dalam kecelakaan (A/N: gitu2 gue suka banget ma Fllay). Lho!!! Kok
malah bahas Kira sih…
kan
mau Flash Back!!!
Ketenangan pun terpecah ketika seorang gadis manis berambut pink yang tidak lain adalah Lacus yang mencari-cari Kira.
“Kira…Kira…oh di sini..saya nyari-nyari kamu” kata Lacus.
“
“Araaa….Kira…saya sudah bilang…panggil saja saya Lacus”
“Aahh…i..iya…ada apa Lacus?” sambil malu-malu.
“Aku hari ini beli gaun, sekarang aku mau nyoba dulu…jadi aku minta pendapat kamu…cocok atau nggak gitu loh.”
“Ah..baiklah..ayo” ‘Lacus sih pasti cocok pake gaun apapun juga, yang penting sopan’ Kira tersenyum memikirkan Lacus bakal semanis apa.
Kira dan Lacus masuk ke rumah dan berjalan menuju kamar rias. Di depan pintu kamar rias, Cagalli Yula Attha…yang tidak lain adalah saudara kembar Kira. Saat itulah Cagalli dan Lacus…eerrr… tersenyum iblis eeeuuuy. Perasaan Kira jadi ngak enak.
“Cagalli-san, kita mulai misinya?” tanya Lacus sambil berjalan menuju arahnya.
“Tentu saja…kapan lagi saat-saat ini ada, ayo kita mulai Lacus” jawab Cagalli riang biarpun masih tersenyum iblis.
“Eeerrr…Lacus…Cagalli…kalian mau apa sih?” tanya Kira semakian khawatir.’Kok perasaan gue ngak enak yah?’
“Udahlah!!! Lo diem aja!!! Ayo masuk!!!” kata Cagalli sambil masuk ke kamar rias diikuti Kira dan Lacus.
CKLIK
Bunyi apa tadi? Yup, so pasti itu bunyi pintu yang DIKUNCI dengan rapat sehingga tidak 1 orangpun bahkan binatang dapat keluar dari sebuah pintu yang sudah disegel aman nan ketat (hiperbola lagi deh). Hanya mendengat suaranya saja Kira sudah mematung dan khawatir ngak keruan. Rasanya bakal ada kejadian buruk yang bakal nimpa dia deh. Saat itu Lacus mengeluarkan sebuah benda berwarna hijau dari tasnya. Yup, itu adalah Torii. Dia langsung memberikannya pada Cagalli.
‘Lho…perasaan tadi Torii ada di baju gue deh, kok ada di Lacus yah…terus kenapa dia ngasih itu ke Cagalli?’ pikirnya sambil merogoh-rogoh saku bajunya. Kekhawatirannya sudah membuatnya berkeringat dingin ngak keruan.
“K-I-R-A-CHAN….lihat ini…gue bawa Torii kesayangan kamu…” kata Cagalli sambil tersenyum iblis eeeuuuyy.
“Te..terus kenapa Cags?”
“Ikuti kata-kata kita berdua kalo lo ngak mau Torii ini ngak selamet…fufufu…”
“What!!!! Maksud Lo!!!”
“Yah…dah gue bilang
Kekhawatiran Kira sudah terbukti. Dia kena jebakan. Apa perintah yang mesti dilakukan. Dia ngak mau ikut-ikutan tapi Torii kesayangannya bakal ke surga. Gimana nih!!!! Dia mesti milih yang mana?
‘Duhh…mimpi apa gue semalem…Kok bisa kena jebakan gini. Mereka mau apa sih? Tambah lagi Lacus kok ikut-ikutaan Cagalli…BJBK deh!!’
“Ya udah deh…kalian mau apa?” katanya memelas dan mengalah.
Kedua gadis itu berteriak KYAAA saking senangnya. Lacus akhirnya menghampiri Kira dengan muka penuh senyum.
“Terima kasih Kira, sebenarnya gaun yang saya bei ini bukan buat saya tapi buat KAMU.” ucap Lacus dengan riang gembira sambil menenjukkan gaun Gothic Lolita ke Kira.
“Bu…buatku?”
“Iya…buat kamu…”
“Kenapa aku dikasih gaun Lacus?”
“Gimana yah? Ya supaya saya bisa liat kamu pake gaun Kira…jadi saya minta bantuan Cagalli-san dan dia juga tertarik. Fuffufufu…”
“Apuaaaaa!!!!!”
‘Jadi…jadi Lacus yang ngerencanain ini…buset dah!!!!’
“Nah…Kira…buka bajunya dan segera pake ini yah” kata Lacus dengan riang gembira sambil memberikan gaun Gothic Lolita kepada Kira.
‘Busetttttt…g pake gaun renda-renda item putih gini….hueee…ditambah lagi gue mesti buka baju di depan pacar gue…Yadaaaaa’ tangisnya dalam hati.
“Lo lama banget sih…sini kita aja yang lepasin baju lo!!!” perintah Cagalli.
“Kira…tenang dikit yah…kamu ngak
mau
“WUAAAAA!!! TIDAKKKKK!!! SOMEBODY
HELPPPP MEEEEEE!!!” teriak cowok
Di luar kamar rias, berdirilah Athrun Zala yang sedang khawatir akan sahabatnya sendiri. ‘Kira sorry banget yah gue ngak bisa nolongin lo…Biarpun kita adalah pren..gue juga takut ma Cagalli. Gue masih sayang nyawa. Maafin g yah dan jangan dendam ma gue. Beristirahatlah dengan tenang sahabatku.’ Lalu Athrun kembali ke kamarnya sembil cekikikan.
Mereka akhirnya sukses “menelanjangi” (baca: Cuma bagian atasan doang kok dasar hentai) dan memakaikan baju Gothic Lolita nan manis itu kepadanya. Kira meronta-ronta saking tidak inginnya. Tapi semua yang dilakukan cowok itu berakhir dengan pukulan telapak tangan dari pemimpin Negara ORB yakni Cagalli. Sang Ultimate Coordinator yang dikatakan yang terkuat dan terhebat pun pingsan di tangan kakak kembarnya sendiri.
20 Menit Kemudian
“Kira..Kira…ayo bangun…” sahut Lacus sambil menggoyang-goyangkan badannya.
“Ng…Lacus…” Kira pun terbangun setelah pingsan dengan sukses. Leher bagian belakangnya masih sakit bekas dipukul Cagalli.’A****t, dasar tomboy!!! Mukul pake tenaga ngak kira-kira Ki**k!!!!’
“Oi Kira..kerjaan lo belum selesai!!! Cepat bangun dan keluar dari kamar ini!!!” titah Cagalli.
“Na…nani??”
“Gue bilang lo pergi ke teras
sekarang juga!!! Kita berdua
“Pa…pake baju kayak gini?” Kira tambah ngak mau keluar setelah melihat bayangannya sendiri dalam cermin. ‘Buseeeettt…ya ampounn…mana gue mau…somebody…please help me….’
“K-i-r-a-s-a-m-a….bisakah kamu cepat keluar atau Torii ini bakal saya timpuk dengan laptop kamu fufufuf” Lacus menambahkan dengan senyum iblisnya tapi tetap manis sekali.
‘La…Lacus…kamu itu berkepribadian ganda yah??? Hik hik…tega nian ma gue’ pikirnya dalam hati sambil nangis. “Se…sekarang yah?”
“Ngak Kira…taon depan yah…YA SEKARANG LAH..KAMU GIMANA SIH” suara Lacus pun tambah keras, kayaknya dia sudah habis kesabaran tapi masih aja senyam-senyum.
“Ha…Haiii!!! Wakarimashita!” refleknya karena terperanjat juga. Dengan segera dia keluar dari kamar rias. Lacus dan Cagalli pun mengikutinya.
::Masih di ORB, di kompleks deket rumah peristirahatan Attha::
Shinn Asuka, seorang cowok
berambut hitam raven dan bermata ruby yang tidak kalah imutnya dari imutnya
dari Kira Yamato sedang berjalan menuju rumah peristirahatan Attha. Buat apa?
Yah, lagi pengen ngunjungi mereka aja, sekalian nebeng makan hehehe. Sama
halnya dengan Kira, ke mana pun dia pergi selalu “dikuntit” oleh berlusin-lusin
cewek yang naksir sama dia. Beda dengan Kira yang selalu tenang nyaris
pendiam…Shinn masih bisa ramah-tamah sama berlusin-lusin fans girls nya. Tetap
saja dengan senyum yang dipaksakan. Apalagi jika dia sudah otomatis jadi musuh
para cowok…ngak bisa tenang lagi deh. Tapi itu mah biar aja, soalnya di dalam
hatinya sudah ada Stellar Loussier seorang. Pacarnya yang manis, imut, kalem,
biarpun rada telmi yah. Tapi jangan membuat Stellar marah kalo ngak mau dikirim
ke surga sekarang. Duh…
Di tengah perjalanannya menuju rumah peristirahatan Attha, Shinn mengambil ponsel yang berwarna PINK miliknya yang sebenarnya adalah “peninggalan” adiknya, Mayu Asuka. Saat ini Mayu-chan sedang pergi piknik dengan teman-temanya. Dia menekan beberapa tombol di ponsel itu, tapi bukan mau nelpon melainkan…
‘”Ya…di sini Mayu…Tapi maaf, saat ini aku tidak bisa menjawab. Tolong tinggalkan pesan setelah bunyi Bipp…”’
Nah ketahuan
“Hik Mayu….kapan sih kamu pulang,
gue kangen nihhhhh….” Katanya memelas dengan
Tinggal 5 meter dari halamn rumah peristirahatan Attha…Shinn melihat seorang perempuan berambut panjang coklat dan diikat piggy tail bawah. Cewek tersebut memakai gaun yang berenda-renda imut dan bermata amethyst. Cewek itu berlari tanpa liat arah dan tanpa sadar menuju ke arahnya. Entah kenapa cewek itu seperti bermaksud melarikan diri dan menangis. Wajah menangisnya yang imut mengingatkan dirinya pada seseorang. Ya!!! Mengingatkannya pada Mayu Asuka, sang adik yang paling disayanginya.
“Mayu!!!!” jerit Shinn ke arah cewek itu dan menarik tangannya.
“eehh…..” kata cewek itu kebingungan.
“Mayu!!! Akhirnya kamu pulang juga, aku kangen banget ma kamu!!!” kata Shinn sambil MEMELUKNYA.
“Ma…mayu?” cewek itupun kaget diPELUK sama Shinn.
“eh…kok rasanya ada yang aneh yah” ucap Shinn sambil melepaskan pelukannya dan melihat cewek itu lebih teliti.’Eh…perasaan ini cewek lebih tinggi daripada gue yah…waduh ini mah bukan Mayu…set dah’ (mas..mas…makanya mikir dulu sebelum berbuat)
“anooo….”
“Waaakkkk…maaf…maaf…hountouni Gomenassai!!!! Maafkan saya MBAK!! Mbak mirip banget sama adik perempuan saya…jadi saya reflek meluk Mbak…maafin saya yah Mbak!!!” kata Shinn kaget setengah mati dan buru2 minta maaf.
“ ’Mbak’ kau bilang?” kata cewek itu dengan suara berat.
“Eng?” Shinn mulai bingung, ada yang salah dengan ucapannya sampai dia merasa bahwa kerah bajunya dicengkram.
“ANJ**T ni Bocah Jalid!!! Anake sapa sih ira kuh!!!! (translate: kamu tuh anaknya siapa) Beraninya ngatain gue Mbak!!! Bangsat!!!” jeritnya sambil mencengkram kerah baju Shinn.
“Loh!! Loe cewek
“Mananya yang cewek dari gue!!!! Gue tuh cowok, Jalid!!!! Dasar Shinn edan!!!!”
“Haaahh!!!” Shinn jadi bingung setengah mati, cewek semanis ini ternyata cowok. Entah kenapa dia jadi ingat seseorang. “Jangan bilang kalo lo itu……”
“ Dudutzzzz!!! Iya!!! Gue itu Kira taok!!! Kira Yamato!!!” jeritnya. Nah, perlu dikoreksi tuh….yang tadi dipeluk Shinn bukan seorang cewek tapi seorang Kira Yamato yang memakai (baca: dipaksa) baju cewek yang manis dan berenda-renda.
“Hah!!! Wakakakakakakakak!!! Ra, lo pantes banget pake gituan…cocok cocok banget wakakakakakakakkakak!!!!” Shinn ngomong blak-blakan sambil ketawa. Tawanya berhenti setelah merasakan hawa pembunuhan di sekelilingnya
PYAAAARRRR
SEED milik Kira akhirnya keluar juga. Wujud aslinya yakni Ultimate Coordinator telah keluar. Di tangan kanannya ada Riffle (emangnya Buster Gundam yah) , di tangan kirinya ada pedang yang memakai Beam (emangnya Strike Freedom Gundam yah). Ntah dari mana senjata ngak jelas itu berada J . Kira benar-benar sudah habis kesabaran dan siap mengirim Shinn ke api penyucian. Wajah Shinn dah ketakutan banget ngak keruan. Sudah tidak ada yang bisa menghentikan sang Ultimate Coordinator yang mengamuk. Adegan berdarah-darah pun akan dimulai 15 detik lagi…tetapi…
TOOOOOONNNNGGGG
Kira pun kembali pingsan dengan sukses setelah Lacus memukulnya dengan 2 palu yang besssuuuuarrrr yang habis dirental dari Chusonji Eri (chara nya CLAMP loh). Shinn mengusap-ngusap dadanya karena dia bisa selamat juga dari si berseker satu ini.
“Hohohoo…maaf yah Shinn…si Kira dah keterlaluan nih” kata Lacus dengan mimic riang gembira.
“…ngak..ngak apa-apa kok, tapi kenapa sih Kira make baju cewek?”
“Hohohoho…saya yang nyuruh…nah…mari masuk dulu….” Jawab Lacus sambil menyeret Kira masuk ke rumah. Shinn heran sambil menganga…tapi diam saja.
::ruang tamu::
Shinn duduk di sofa ruang tamu dan dijamu secangkir teh darjeling oleh Yamato-san. Di sampingnya ada seorang Kira yang pingsan tergeletak di sofa juga. Melihat luka-lukanya yang “parah”…kalo diderita oleh natural (manusia biasa) mungkin tidak akan sadar dalam 7 jam…entah kalo ultimate coordinator.
“Jadi Lacus-san…kenapa Kira disiruh ginian sih?” tanya Shinn sambil menyeruput tehnya.
“hohoohoho…gimana yah…karena Kira
itu manis sekali….saya ingin memakaikannya gaun yang manis hihihi…benar
“ooouuuww…betul banget tuh…” jawab Cagalli sambil nyengir.
‘alasannya ngak banget dehh mereka ini…tapi menarik juga nih’ pikir Shinn meletakan cangkirnya di meja. “Jadi…sekarang si Kira-sama ini mau diapain nih…eehehehe?” tanya Shinn sambil ikutan nyengir. Shinn kelihatannya mulai tertarik dan berniat ikut-ikutan.
“Ooohh….untuk itu saya sudah merencanakannya…Cagalli-san tolong panggil dia yah?” pinta Lacus kepada Cagalli.
“Okay” jawab Cags dan dia pun langsung lenyap dari ruang tamu.
“Dia?” tanya Shinn kebingungan.
“begini nih…dengerin yah…sini-sini……” Lacus menyuruh Shinn mendekat dan membisiki sesuatu kepada Shinn. Keduannya pun tersenyum iblis. Apa yah yang direncanakan mereka bertiga?
::10 menit kemudian::
“Cagalli, ada apaan sih???” tanya Athrun yang repot jalannya karena ditarik-tarik oleh pacarnya ke ruang tamu.
“Dah lah…lo diem aja deh…cepetan atuh!!!” perintah Cagalli sambil menarik-narik Athrun.
Athrun dan Cagalli pun memasuki ruang tamu. Athrun terkejut, mengapa suasana di ruang tamu SURAM sekali. Dia melihat ke arah Lacus dan Shinn…wajah mereka pucat sekali. Cagalli juga ikut-ikutan pucat…ada apaan nih???
“A..anooo…kalian kenapa?” tanya Athrun yang perasaannya dah ngak enak…apalagi Lacus dan Cagalli sudah menitikkan air mata.
“A…Athrun…aku minta bantuan kamu…please” kata Cagalli dengan air mata yang sudah mengalir ke pipinya.
“Ok…Ok….bantu apaan? Ceritain dong” Athrun langsung mengusap air mata di pipi Cagalli dan menyanggupi permintaan Cagalli karena tidak ingin membuat pacarnya menangis terus.
“Athrun…ada seorang fans girl kamu yang berkata akan bunuh diri jika kamu ngak putus ma Cagalli-san. Tadinya saya dan Cagalli-san hanya menganggap bahwa dia hanya bercanda…tapi ternyata dia benar-benar lompat ke kolam renang 2 meter di depan dan ngak bisa berenang. Sampai sekarang dia masih pingsan dan tak bernafas” tambah Lacus dengan muka sedih dan pucat.
“Ja..jadi…aku harus…” Athrun menjadi merasa bersalah dan perasaannya ngak enak.
“Jadi tolong kamu ngasih CPR ke dia yah…karena kami bertiga tidak bisa dalam hal itu” lanjut Lacus.
“Ca…Cagalli…” Athrun menoleh ke arah Cagalli dengan pandangan khawatir.
“Athrun…sekarang bagi kamu yang penting itu menyelamatkan dia dan jangan pikirkan tentang aku…” ucap Cagalli tersenyum di tengah tangisannya.
Athrun menganggukkan kepalanya dan bertanya kepada Shinn. “Jadi, dia ada di mana Shinn?”
“Sini…ikuti aku…kelihatannya belum terlambat” jawab Shinn keluar dari rumah diikuti oleh Athrun, Cagalli serta Lacus.
Mereka berempat pun sampai ke “lokasi kejadian” (emang polisi yah)…Bayangkan aja Athrun ngeliat seorang cewek yang pingsan ngak sadarkan diri tergeletak di samping kolam renang. Wajahnya sudah seperti pasrah menunggu kematian Yah… langsung aja Athrun menghampiri orang yang unconscious itu dan membungkuk.
“Athrun…cepatlah…” pinta Cagalli dan Lacus.
“Iya…doain aku yah” doa Athrun karena dia lah yang menyebabkan cewek itu “bunuh diri”. Athrun lalu mendekatinya dan memberinya CPR!! Yesss!!!
Alih-alih pas bibir mereka bersentuhan satu sama lain, mata orang yang pingsan itupun terbuka dan terbelalak…lalu membuat Athrun mental (baca: dipukul) secara sukses…iyeeeeiii. Athrun sempat kaget, kok dia tiba-tiba dipukul. Tetapi kekagetannya itu bertambah karena orang yang diciumnya itu bukan fansgirl nya tapi BEST PREN nya sendiri yakni KIRA YAMATO!!!! Hahahahahh, dua orang terjebak dalam perangkap yang sama.
“KIRA!!!!”
“ ATHRUN!!!! GUE….GUE NGAK NYANGKA!!! TERNYATA LO PUNYA HOBBY KAYAK GITU!!!!” terik Kira saking shocknya karena dicium oleh sahabatnya sendiri, cowok pula!!
“ Wei Kira…jangan salah paham!!!! Gue juga ngak tau kalo dia tuh lo tau!!! Gue itu ngak Homo tau!!!” protes Athrun yang ikut-ikutan shock.
“Kira…Athrun!!! Nice Job!!!” kata Miriallia Haww, salah seorang teman Kira yang muncul tiba –tiba dari balik pohon sambil BAWA KAMERA dan menuju ke arah Lacus.
“Miriallia-san, terima kasih atas bantuannya…nanti saya akan bawa honornya” kata Lacus kepada Miriallia.
“Sama-sama Lacus-san, nanti foto-fotonya akan saya berikan”
“Fo…foto..?” tanya Kira dan Athrun bebarengan dengan khawatir.
“Yup!! Foto kalian berdua yang sedang C-I-U-M-A-N…” jawab Milly dengan senyum.
“What!!!!! Sumpe lo!!!!” teriak Kira sementara Athrun ngak tau mesti ngomong apa-apa lagi.
“Wah wah…Lacus, kita ini pinter banget acting yah? Bayangin aja dua cowok ini gampang banget ketipunya. Apalagi Athrun, mana ada fansgirl nya yang berani bunuh diri…hehehe” kata Cagalli dengan ekspresi iblisnya yang kembali muncul setelah menghapus air matanya.
“Ya…yaaa…itu benar sekali
Cagalli-san…tapi justru itulah yang membuat mereka manis sekali
“A….aaaaaahhhhh…..” kata Kira dan
Athrun memelas dengan
Suou Tamaki (ouran) ><.
‘La..Lacus…gue dosa apa ma lo Lacus, ada dendam apa lo ma gue?’ Kira terpuruk saking shocknya.
‘Cagalli…lo kurang puas yah ngerjain gue terus?’ Athrun pun ikut-ikutan terpuruk. Entah ini sudah ke berapa kalinya dia “disiksa” oleh Cagalli.Malang…malang benar nasib kedua cowok itu. Athrun dikerjai mantan tunangannya (baca: Lacus) dan pacarnya (baca: Cagalli) sama juniornya di ZAFT (baca: Shinn). Kira dikerjai olah pacarnya (baca: Lacus) dan saudara kembarnya (baca: Cagalli) sama teman baiknya (baca: Milly). Melas yah…dikerjai segerombol orang sekaligus.
“Wakakakakakakakakakakak….Kira!! Athrun!! Kena loh semua wakjakakakakakak….coba kalo foto-foto mereka dipasang di mading yah…wakakakakakakak” tawa Shinn yang sudah tidak bisa ditahan lagi sambil memukul-mukul dinding.
‘Ni bocah An****t bakal ngak selamet pas lo pulang nanti’ pikir Kira dan Athrun bebarengan.
“Ehem…tapi makasih banget sama kamu Shinn, kedatangan lo membuat satu adegan bagus lagi loh..” kata Cagalli dengan senyum iblisnya ke arah Shinn.
“Hee?” perasaan Shinn tiba-tiba ngak enak.
“Eheeemm…tadi aku ngefoto adegan kamu PELUKAN ma Kira, Shinn.” sambung Milly santai.
“Wakkkkk!!!!!” teriak Shinn dan Kira. Yah…Shinn kena batunya deh tapi kasihan deh Kira, kena jebakan foto dua kali.
“Jadi Shinn…tadi kamu bilang foto-foto ini lebih baik pasang di mading…mau dipasang?” tanya Lacus. Kata-katanya yang singkat dan ramah langsung membuat 3 cowok itu kaget setengah mati.
Gila aja!!! Aib dong kalo ada
orang-orang laen ngeliat foto-foto abnormal BJBK kayak gitu. Masalah buat Kira:
gimana kalo anggota-anggota kapal
ngeliat? Gimana kalo temen-temen lamanya ngeliat? Gimana kalo cowok-cowok se
RTdan seRW ngeliat? Yah dia pasti bakal diketawain habis-habisan (tapi sang
penulis fanfic ini berpendapat bahwa para cowok-cowok bakal naksir ma Kira
hehehe). Masalah buat Athrun: Celaka tiga belas!!! Bisa gawat tuh kalo temannya
di ZAFT yakni,Yzak ma Dearka ngeliat fotonya sedang berCIUMAN dengan cowok….yah
sudah pastilah harga dirinya jatoh (tapi sang pengarang ini mendukung Athrun x
Kira hehehehe) Masalah buat Shinn: Dia bisa mati deh kalo Stellar ngeliat
fotonya lagi PELUKAN ma Kira. Ditambah lagi harga dirinya sebagai kakak bakal
jatoh di hadapan Mayu. Belum lagi teman-teman di ZAFT bakal ‘ngapa-ngapain’ dia
tuh (padahal sang pengarang ini sangat mendukung adanya Shinn x Kira heheheh,
tentu saja semenya harus Shinn)
Di tengah segala pikiran dan pertanyaan yang BJBK itu. Dengan saat yang bersamaan Shinn, Kira, dan Athrun berlutut duduk bersimpuh di hadapan Lacus dan Cagalli.
“Duh, kalian jangan menyembah kami berdua dong.” kata Lacus.
“Ngak apa-apa Lacus, ada maunya nih” tambah Cagalli.
“LACUS!!! CAGALLI!!! KAMI PLEASE BANGET!!! TUH FOTO-FOTO JANGAN DISEBAR!!! PLEASE!!!” teriak ketiga cowok itu tapi bikin illfeel deh.
“Tenang aja…ngak akan kusebar kok fufufu” jawab Lacus.
“Ehem…tapi kami tetap berhak akan
menyebarkan foto-foto itu kalo kalian berbuat aneh-aneh…betul
“Yahh…itu benar sekali
Cagalli-san…nah Cagalli-san, Miriallia-san..ayo kita masuk ke dalam dan minum
teh bersama” ajak Lacus dan pergi ke ruang minum teh diikuti oleh Cagalli dan
Miriallia. Mereka bertiga meninggalkan cowok-cowok
“Aaaaaahhhhhh” ucap pasrah ketiga cowok itu masih dengan logat Suou Tamaki. Melas…melas banget deh kalian bertiga.
END OF FLASH BACK
“Jadi singkatnya Meer-san, Lacus itu punya hobi yang sangat iseng dan merepotkan banyak kaum laki-laki” selesai Kira sambil pucat pasi begitu mengingat kejadian itu. ‘Buset, Fllay aja ngak pernah gitu ma gue’ pikirnya.
“Ouuuww…ternyata begitu yah Kira-san…” Meer ngak habis pikir atas sifat Lacus yang satu ini. Ternyata seperti apapun idola, pasti punya yah ‘sisi parah’ nya.
Poin 3: Ternyata Lacus-sama itu iseng yah.
“Ng, Meer-san, masih inget ngak sama anime kesukaan Lacus?” tanya Kira.
“XXX Holic bukan?” jawab Meer.
“Dia memang suka XXX Holic…tapi sebenarnya yang paling dia suka itu…” sambung Kira.
“Suka apa?” tanya Meer yang semakin penasaran.
“Kamu tahu anime Gundam SEED
Destiny
“Aaahh…kalo ngak salah
“Ya…makanya si Lacus itu…” cerita Kira
FLASH BACK
::rumah peristirahatan Attha, di sekitar beranda::
“Heemm…angin lautnya enak nih, adem eeeuuuyy” kata Kira yang sedang santai melihat laut-laut yang tenang berombak.
“Kiraaaa….sebentar lagi kita makan siang…” panggil Yamato-san dari kejauhaan.
“Ya…aku bentar lagi ke
“Lacus…Lacus…makan siang dah siap nih..makan yuk” ajak Kira sambil mengetuk pintu kamar Lacus di sebelah kamarnya. Tapi, kok ngak ada jawaban yah.
‘Lacus? Lagi apa sih kamu?’ pikir Kira sambil mendekatkan telinganya
ke pintu kamar. Kekagetan pun datang karena Kira mendengar suara tawa kecil yang
mencurigakan. ‘Buset…masa ada setan di
kamer Lacus!!! Tapi ni kan
suaranya Lacus!! Duh kenapa yah?’ “Lacus?”
Pintu kamar pun terbuka dan keluarlah sang utahime dari PLANT. “Maaf Kira…saya tadi habis nonton di kamar…nah ayo kita makan siang…tadi aku masak kare loh” ajak Lacus sambil menggandeng tangan Kira.
“Ng…memangnya kamu nonton apa Lacus?” tanya Kira.
“Eeehh….enggg…eeettoooo…itu tuh
Trinity Blood…ceritanya lumayan berat jadi saya ngak nyadar kalo ada yang
mengetok pintu…na..nah..ayo kita ke ruang makan, kamu sudah lapar
‘Kayaknya Lacus menghindari pertanyaan gue deh…sebenarnya dia nonton apaan sih di kamer’ pikir Kira.
::ruang makan::
Kira dan Lacus sampai di ruang makan. Meja makan penuh dengan anak-anak dan Cagalli, Athrun, Yamato-san, Malkio-san, Murrue-san, Neo/Mwu-san, Andrew-san, juga Shinn yang dateng nebeng makan lagi tapi kali ini ditemani oleh Stellar dan Mayu. Nah…hari yang biasanya dah rame tambah rame deh. Kira duduk di sebelah Athrun dan ngobrol ma anak-anak. Sementara Lacus, Cagalli, Stellar, Mayu dan Murrue membantu Yamato-san mempersiapkan makanan dan bawain piring-piring dsb.
“Kira nii-chan!!! Ini karenya!!! Kare buatan Yamato-oba-chan enak sekali!!!” kata Mayu yang memberikan sepiring kare kepada Kira. Mayu sering diajak Shinn bermain ke rumah peristirahatan Attha dan akrab dengan Kira. Kira dan Athrun sudah dianggap seperti kakaknya sendiri…tapi sudah pasti Shinn dan Stellar lah yang paling disayang ^^.
“Makasih Mayu-chan!! Yup..kare
buatan kaa-san memang enak sekali
“Maaaayuuuuu….hik hikk…kok bukan aku yang dikasih…hik hik…” kata Shinn sambil terisak isak. Kambuh lagi deh Sister Complexnya hahaha. Cara bicaranya kembali mirip seperti Hasumi Rihito wakakakakakakakak.
“Shinn-nii-chaaaannn…kamu
“Shinn…nih…Stellar bawain karenya buat Shinn..Haii..kore” kata Stellar sambil menyodorkan satu piring penuh Kare. Stellar berbicara masih dengan logatnya yang manis nan kalem yang tidak berdosa….aiiiihhhh…manis banget deh pokoke.
“Stellar!! Un…Makasih Stellar!!!” jawab Shinn langsung dengan muka merah tapi senang sambil menerima piringnya. Siapapun pasti ngak akan tahan dengan senyum se-milyar dollarnya Stellar deh. Sumpe!!!! Manis banget!!!!
---pengarang kehabisan ide...jadi masih in progess fanfiction nya...gomen...---

Recent Comments